logo

Pilgub Maluku Utara 2013

Maluku Utara, sebagai salah satu propinsi termuda di Indonesia hari ini (01/07) sedang melakukan pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang serentak dilaksanakan di tujuh kabupaten di seluruh wilayah Maluku Utara. Pemilihan yang dilakukan untuk kedua kalinya di propinsi pecahan dari propinsi Maluku ini diikuti oleh lebih dari tiga ratus ribu jumlah pemilih.

Berbeda dengan pilgub lima tahun lalu yang diikuti oleh empat pasangan kandidat cagub dan cawagub, pelaksanaan pilgub Maluku Utara kali ini lebih ramai dengan diikuti enam pasang kandidat, termasuk kandidat petahana dan kandidat yang berasal dari jalur perseorangan. Keenam kandidat tersebut adalah:

  1. Ahmad Hidayat Mus – Hasan Doa (AHM-DOA).
    Didukung oleh Golkar, PPP, Hanura, PKPB, dan PDS
  2. Namto Hui Roba – Ismail Arifin (NHR-IA).
    Didukung oleh PDIP, PPN, dan Barnas
  3. Abdul Gani Kasuba – Natser Thaib (AGK-MANTHAB).
    Didukung oleh PKS, Republikan, PDK, PKB, PPRN, dan PKPI
  4. Muhadjir Albaar – Sahrin Hamid (Muhadjir- Sahrin).
    Didukung oleh PAN,PBB, dan Demokrat
  5. Syamsir Andiri – Benni Laos (Syansir-Benni).
    Didukung oleh Gerindra dan koalisi partai 17 non parlemen
  6. Hein Namotemo – Malik Ibrahim (Hein-Malik).
    Pasangan independen

 

Pilgub Maluku Utara ini tidak begitu banyak menyita perhatian media, khusunya media nasional. Hal ini diakibatkan karena posisi Maluku Utara yang berada jauh dari pusat pemerintahan di Pulau Jawa dan karena isu pilgub Maluku Utara ini tidak dibicarakan publik secara luas khususnya di media sosial. Akibatnya, masyarakat juga tidak banyak yang tahu mengenai jalannya proses pesta demokrasi lima tahunan ini.

Sepinya pemberitaan media yang meliput pemberitaan pilgub Maluku Utara ini juga berpengaruh pada tingkat popularitas para kandidat cagub-cawagub yang tidak begitu besar. Berdasarkan penjejakan yang Indonesia Indicator lakukan, setidaknya dalam sebulan tidak lebih dari dua puluh berita tentang masing-masing calon yang diberitakan oleh media. Hal ini akan diperjelas pada data di bawah ini.

Pilgub_Malut_2013_Volume_Pemberitaan

Volume Pemberitaan Pilgub Maluku Utara 2013

 

Data ini menjelaskan indeks pemberitaan setiap bulannya dari masing-masing kandidat tidak lebih dari dua puluh kali, hanya sekali yang melebihi dua puluh pemberitaan dalam sebulan yakni pasangan AHM-DOA di bulan Mei. Artinya, data ini menunjukkan isu pilgub Maluku Utara bukanlah isu yang menarik untuk diberitakan media. Bahkan pemberitaan pada bulan Juni, bulan-bulan dimana para kandidat sedang aktiv melakukan kampanye, indeks pemberitaan justru turun cukup jauh dibanding pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan data diatas, pasangan AHM-DOA hampir selalu unggul di tiap-tiap bulannya, bahkan unggul cukup jauh di bulan Maret dan Mei.  Pasangan yang diusung Golkar, PPP, Hanura, PKPB, dan PDS ini hanya kalah pada bulan Februari, atau ketika tahapan Pilgub Maluku Utara baru mulai dilaksanakan. Yang menarik berdasarkan data diatas, pasangan ini mampu mengungguli pasangan petahana, AGK-Manthab. Pasangan AGK-Manthab yang sejauh ini dijagokan karena statusnya sebagai petahana bahkan tidak pernah mengungguli pasangan AHM-DOA sekalipun.

Namun  jika kita analisa secara saksama, tingginya pemberitaan pasangan AHM-DOA bukan karena statusnya sebagai cagub-cawagub Maluku Utara. Jika kita telusuri, pasangan ini banyak diberitakan media justru terkait amuk massa yang terjadi di Kabupaten Sulla, kabupaten dimana Ahmad Hidayat Mus pernah menjadi bupati selama dua periode. Kejadian yang terjadi secara berkesinambungan dan mencapai klimaksnya pada bulan Mei inilah yang membuat pasangan AHM-DOA menempati indeks pemberitaan terbesar di media.

Sama halnya dengan pasangan AHM-DOA, pemberitaan pasangan calon gubernur-wakil gubernur lainnya juga hampir tidak ada yang pernah bersinggungan dengan aktivitas pilgub. Seperti misalnya pasangan AGK-Manthab, banyak diberitakan karena posisi mereka sebagai petahana. Lalu pasangan Namto Hui Roba – Ismail Arifin, banyak diberitakan terkait aktivitasnya terdahulu sebagai bupati Halmahera Barat.

Jika kita analisa lebih jauh, pasangan petahana AGK-MANTHAB merupakan pasangan yang paling besar pengaruhnya di media secara kualitas. Data dibawah ini akan menjaskan bagaimana pasangan ini mampu menyeret atensi media nasional untuk meliput aktivitas pilgub Maluku Utara ini.

Pilgub_Malut_2013_Influencers

Influencers Pilgub Maluku Utara 2013

 

Data diatas merupakan data siapa tokoh yang paling banyak mempengaruhi indeks pemberitaan masing-masing pasangan cagub-cawagub. Tidak ada pasangan yang mempanguhi pemberitaan dirinya sendiri, malahan ada pasangan yang mempengaruhi pemberitaan pasangan yang lain. Hampir tidak ada nama yang familiar di kuping kita dalam nama-nama yang menjadi influenser masing-masing kandidat diatas.

Namun yang menarik dari data diatas nampak pada pasangan petahana AGK-Manthab. Dalam indeks pemberitaan pasangan ini, terselip nama Anis Matta. Dan setelah kami telusuri media yang memberitakan hubungan pasangan AGK-Manthab dengan Anis Matta, ternyata beliau pernah datang ke Maluku Utara untuk mendeklarasikan pasangan AGK-Manthab yang diusung PKS ini.

Kehadiran Anis Matta dalam deklarasi pasangan AGK-Manthab mampu membawa isu pilgub Maluku menjadi isu nasional yang diliput media nasional secara luas. Dalam pernyataannya, Anis Matta menjelaskan akan bertarung dengan keras dalam setiap Pilgub sisa menjelang pemilu 2014. Ia mengatakan setiap kader yang mereka ajukan untuk bertarung dalam pilgub, akan ia support dengan maksimal. Dan tentunya dengan mengerahkan mesin partai yang efektif. Menurutnya lagi, kemenangan di Jawa Barat dan Sumatera Utara adalah bukti bahwa ia dan mesin partai sudah cukup maksimal bertarung untuk memenangkan kadernya sebagai gubernur. Dan kini ia kembali akan berusaha memenangkan salah satu kadernya Abdul Gani Kasuba sebagai gubernur Maluku Utara periode 2013-2018.

Namun apakah peran Anis Matta berpengaruh cukup besar pada elektabilitas pasangan AGK-Manthab?

Pilgub_Malut_2013_maps

 

Data diatas menunjukkan bagaimana pasangan AHM-DOA merupakan pasangan yang unggul secara pemberitaan di wilayah Maluku Utara dengan 27% dominasi pemberitaan atas pasangan lainnya. Disusul oleh pasangan AGK-Manthab dengan 20%, pasangan Muhadjir-Sahrin dengan 18%, lalu Nhr-Ia dengan 13%, Hein –Malik dengan 13%, dan terakhir pasangan Syansir-Benny dengan 10%. Meski demikian, seperti dijelaskan sebelumnya, banyaknya jumlah pemberitaan yang tidak relevan dengan aktivitas pilgub membuat dominasi pasangan AHM-DOA atas jumlah pemberitaan bukan merupakan jaminan pasangan ini akan memenangkan pilgub Maluku Utara.

Berdasarkan survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM), secara mengejutkan justru pasangan Muhajir Albar-Sahrin Hamid unggul dalam poling sementara dengan 28,85 persen. Disusul pasangan Abdul Ghani Kasuba-Muhammad Nasir Thaib (AGK-Mantap) sebesar (26,50 persen), Syamsir Andili-Benny Laos (SA-Bel) dengan 19,60 persen, Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa (AHM-Doa) 14,35 persen dan Hein Namotemo-Malik Ibrahim (Hein-Malik) sebesar 0,70. Persen.

Hal ini mengindikasikan pilgub Maluku Utara sangat sulit untuk diterawang melalui media karena minimnya pemberitaan yang ada. Selain itu sekalipun adanya pemberitaan, mayoritas tidak berhubungan dengan aktivitas pilgub. Namun satu hal yang pasti, pasangan petahana sekalipun mereka tidak memenangkan pilgub, akan menjadi kompetitor yang sangat kuat bagi setiap pasangan kandidat yang bertarung dalam pilgub. Dan hal ini juga dibuktikan oleh pasangan AGK-Manthab yang meraih poling sementara dengan 26,50 persen, peringkat kedua dibelakang pasangan Muhajir Albar-Sahrin Hamid.

Pada hari ini juga kita akan segera mengetahui siapa yang akan memenangkan pilgub Maluku Utara melalui metode hitung cepat. Mudah-mudahan calon terbaik lah yang akan memenangkan pilgub ini, demi kemajuan pembangunan dan kualitas masyarakat Maluku Utara.

Salam demokrasi.

 

Indonesia Indicator Analyst Team

Leave a Reply

*

captcha *